September 26, 2006

Puasa saat Hamil

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah: 183)

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 184)

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah: 185)

=====

Hamil memang bukanlah suatu penyakit, jadi dalam Quran pun tak ada pembebasan kewajiban berpuasa kepadanya. Apalagi sudah dijelaskan di Quran bahwa puasa adalah lebih baik. Namun memang harus selalu diingat bahwa saat iftar (berbuka) dan sahur intake makanan harus adekuat sehingga si jabang bayi tak terganggu nutrisinya. Dalam sebuah sumber (saya tulis di bawah) juga dikatakan dehidrasi pada fetus mungkin terjadi bila intake cairan tidak ada dalam waktu yang lebih lama dari 10-14 jam. Sedangkan puasa tak lebih dari 14 jam lamanya.

Pengalaman puasa hari pertama (24 Sept) lalu, dimulai dari jam 5.15 waktu Jerman/GMT+2 hingga jam 19.10. Memang relatif lebih lama oleh karena sedang musim panas. Dan kehamilan saya sedang memasuki minggu ke-26 (2nd trimester) sehingga memang sedang dalam periode nyaman (alhamdulillah, ya Alloh sungguh Kau telah memberi kemudahan banyak). Aktivitas sehari itu sebenarnya juga banyak, mulai dari jalan sekitar 1km + ikut bantu2 merakit perabot knockdown bersama suami (jadi mandor sih sebenernya :) dan bantu pegang2 saja)

Sedang hari kedua, aktivitas saya tak banyak berbeda namun di akhir waktu (ceritanya nih mau ngabuburit..hehe) jalan-jalan lumayan jauh, lebih kurang 4 km. Namun tetap saja sukses kok puasanya.
Alhamdulillah juga sih walau musim panas tapi menurut saya cuacanya tidak sepanas namanya, tiap hari suhu berkisar 20-30 derajat C (coba kalau seperti th 2003 di Jerman waktu itu, 43 derajat C loh saya pernah rasakan)

Mungkin memang bisa menjadi sulit (karena saya belum mengalaminya) bila harus puasa di trimester pertama atau ketiga, saat pusing banyak melanda (apalagi klo pke morning sickness yg klasik) dan sesak nafas. Tapi Alloh kan Maha Pemurah, sudah diberikan petunjuk di QS 2:184 -185, dan sungguh agama Alloh ini -Islam- memang flexible, seperti dalam kalamNya: Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

source:
Fasting: Meaning & Rules - http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?cid=1119503546140&pagename=IslamOnline-English-Ask_Scholar%2FFatwaE%2FFatwaEAskTheScholar
Medical Aspects Of Islamic Fasting - http://www.islam-usa.com/im15.html
Ruling on the fast of a pregnant woman who is affected by fasting - http://www.islam-qa.com/index.php?ln=eng&ds=qa&lv=browse&QR=21589&dgn=4
Fasting and Pregnancy - http://209.85.129.104/search?q=cache:WeY-DA9qmBkJ:www.jannah.org/ramadan/ramadanpregnancy.pdf+fasting+pregnant+islam+week+26&hl=de&gl=de&ct=clnk&cd=1

No comments: