January 3, 2007

Foto : Preparing the big day

Ceritanya nih, sebelum si Aliana lahir mamanya survey rumah sakit. Pinginnya dapat rumah sakit yang tenang dan komplit dengan harapan biar nyaman dan aman di saat partus nanti. Segala informasi sebelumnya dikumpulkan baik dari internet, teman-teman, maupun Sp.OG tempat ANC biasanya.

Awalnya banyak teman yang menyarankan melahirkan di Stuttgart, biar keren katanya di akte nanti. Oke deh saran ditampung. Tapi setelah dipikir-pikir meski ga terlalu jauh dari Heilbronn (cuma sekitar 45 menit) tapi rasanya akan hectic banget klo memang mau pke rencana yang dah mama Aliana bikin *mau tau plannya? pokoknya datang ke RS cuma untuk "numpang" melahirkan, datang di saat si bayi mo keluar trus sebisa mungkin secepatnya pulang, benci pokoknya sama yang namanya jd pasien di RS :P Nah karena itu finalis RS cuma ada 2, yang dari rumah cuma 5 menit dan yang 25 menit dari rumah.

Kumpul mengumpul plus minus masing2 RS dimulai dari ada tidaknya NICU/ICU newborn, berapa kelahiran tiap harinya rata-rata, berapa bidan dan dokter yang ada di bangsal OG tiap kali jaga, fasilitas apa aja yang ada untuk melahirkan dan relaksasinya (waterbirth, aromaterapi, whirlpool/jacuzzi, ball, dan kalau perlu epidural anastesi), berapa kamar bersalinnya, berapa kamar rawat inapnya, berapa orang di tiap kamar, ada kelas ngga, berapa lama biasanya orang diinapkan habis melahirkan normal, boleh ngga suami/teman menemani 24 jam, hmmm... apalagi ya... Ya itu aja sepertinya yang penting.

Begitulah perjuangan prajurit saat hendak maju ke medan perang hehe :) ribet amat yak, ngga juga kok. Justru dengan begini jadi bisa kebayang. Maklum di negeri orang, belum pernah nengok orang partus di sini juga dan ga mau kelihatan bego bego amat sama orang bule hehehe.

Tapi memang di Jerman seperti ini modelnya orang kalau mau punya anak, dituntut harus belajar walaupun partus itu memang proses alamiah. RS juga menyediakan preparation course for birth (geburtvorbereitungkurs) dan obsetric ward tour (kreissaalführungen) atau dengan kata lain lihat medan sebelum perang *kaya UMPTN aja yak :) Wah dah banyak ceritanya, sok kita lihat foto aja yuk... hayuuuu


selasar bangsal obgin di RS. A


tour di bangsal obgin yang dipandu (kreissaalführungen)
Tampak sang bidan menerangkan ini itu kepada calon-calon orangtua. Bed yang tampak di gambar adalah contoh bed untuk partus yang bisa distel sudutnya dan di belakangnya tampak semacam kursi bisa untuk sang ayah/partner saat mensupport "prajurit" *akankah ia menang atau menjadi syuhada, hanya Allah yang tahu :'(


Ini salah satu contoh fasilitas kamar bersalin RS.B, dimana ibu bisa partus dalam posisi duduk atau berdiri atau setengah berdiri. Disediakan juga kursi partner di belakang dan tali untuk pegangan ibu *sayang nih pool yg buat waterbirth ga kefoto, lupa :) saking asyiknya dengerin


ini sih standar ya, fasilitas resusitasi bayi tapi ada ball tuh yang warna biru, bisa dipake untuk relaksasi *katanya, belum pernah nyoba :) mending dipijat aja deh sama suami


ini juga fasilitas, namanya nursing room, bisa dipakai untuk ganti popok dan menyusui saat ibu bosen di kamar


ini fasilitas buat sang partner yang prajuritnya dah kontraksi teratur tapi belum juga masuk ke fase persalinan *kalau bahasa koas sih yang grafiknya macet :)


hehe, gak hanya calon orangtua tapi calon eyang juga boleh ikut serta kok
kan mo jadi eyang siaga :)


ambil foto dong, buat cerita kalau si cucu dah gede, begitu kata mbahnya di RS. B


di RS. A juga dong


Akhirnya... para calon kake nene pun setuju kalau mama Aliana melahirkan di RS. B yang berada di puncak bukit :) tenang dan damai suasananya -meski kalau malem menyeramkan hehe. Inilah RS. B yang notabene adalah RS 25 menit dari rumah, yang angka kelahirannya lebih kecil dari RS. A tiap harinya, yang punya fasilitas waterbirth/wassergeburt, yang kamar rawat inapnya apart dan bebas membawa partner 24 jam *ini survey dilakukan saat prajurit berada di 3 hari menjelang due date!! nekat bener ya :)


No comments: